Afrikaans
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bengali
Bosnian
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Finnish
French
Frisian
Galician
Georgian
German
Greek
Gujarati
Haitian Creole
hausa
hawaiian
Hebrew
Hindi
Miao
Hungarian
Icelandic
igbo
Indonesian
irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
kazakh
Khmer
Rwandese
Korean
Kurdish
Kyrgyz
Lao
Latin
Latvian
Lithuanian
Luxembourgish
Macedonian
Malgashi
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mongolian
Myanmar
Nepali
Norwegian
Norwegian
Occitan
Pashto
Persian
Polish
Portuguese
Punjabi
Romanian
Russian
Samoan
Scottish Gaelic
Serbian
Sesotho
Shona
Sindhi
Sinhala
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tagalog
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Turkish
Turkmen
Ukrainian
Urdu
Uighur
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Bantu
Yiddish
Yoruba
Zulu Digunakan dalam pengemasan dan transportasi makanan dan minuman. Dapat memberikan diversifikasi layanan khusus.
Dalam masyarakat modern, dengan terus meningkatnya kesadaran masyarakat akan keamanan pangan dan perlindungan lingkungan, pemilihan bahan kemasan makanan menjadi semakin penting. Sebagai wadah pengemas makanan pada umumnya, botol plastik food grade telah banyak digunakan di berbagai bidang. Botol plastik jenis ini memiliki kestabilan kimia yang baik, tidak beracun, tidak berbahaya, tidak berasa, untuk menjamin keamanan pangan dalam proses penyimpanan dan pengangkutan. Selain itu, botol plastik food grade juga memiliki keunggulan ringan, tahan lama, mudah dalam pengolahan dan pencetakan, sehingga menjadi keunggulan tersendiri dalam bidang pengemasan makanan.
Botol plastik makanan biasanya dibedakan menjadi beberapa jenis berikut ini:
1. Botol PET: botol poliester, transparan atau tembus cahaya, sering digunakan untuk minuman, minyak nabati, selai, saus dan kemasan makanan lainnya. 2. Botol HDPE: botol polietilen densitas tinggi, sering digunakan dalam susu, yogurt, jus buah, bumbu cair dan kemasan makanan lainnya. 3. Botol PP: botol polipropilen, dengan kedap udara dan tahan panas yang baik, sering digunakan untuk minyak goreng, bumbu dapur, sirup dan kemasan lainnya. 4. Botol PS: botol polistiren, transparan atau tembus cahaya, sering digunakan untuk es krim, keju, selai dan kemasan makanan lainnya.



1. Kemasan minuman: penerapan botol plastik food grade di bidang kemasan minuman sangat luas, seperti air mineral, jus buah, minuman teh, minuman berkarbonasi dan lain sebagainya. Minuman ini perlu disimpan dan diangkut dalam waktu lama, dan botol plastik dapat melindungi kualitas minuman dengan baik serta mencegah kontaminasi eksternal dan oksidasi. 2. Kemasan bumbu: kecap, cuka, minyak goreng dan bumbu lainnya juga perlu dikemas dalam botol plastik food grade. Produk tersebut memiliki persyaratan bahan pengemas yang lebih tinggi, karena komponen kimia dalam bumbu dapat bereaksi dengan bahan pengemas sehingga mempengaruhi kualitas dan rasa produk. Botol plastik memiliki stabilitas kimia yang baik untuk menjamin kualitas dan keamanan bumbu. 3.Kemasan makanan: susu, yogurt dan produk lainnya harus tetap segar dan higienis selama penyimpanan dan transportasi. Botol plastik food grade memiliki sifat penyegelan dan penghalang yang baik, yang secara efektif dapat mencegah invasi oksigen dan mikroorganisme, sehingga memperpanjang umur simpan produk. 4. Pengemasan produk perawatan kesehatan: pasar produk perawatan kesehatan semakin makmur, dan persyaratan yang lebih tinggi telah diajukan untuk bahan kemasan. Dengan performa dan keamanannya yang sangat baik, botol plastik food grade telah menjadi pilihan pertama untuk kemasan perawatan kesehatan. Produk kesehatan berbentuk padat maupun cair, seperti suplemen vitamin dan mineral, biasanya dikemas dalam botol plastik food grade.